Books

Potret Pembangunan dalam Puisi #2020

Potret Pembangunan dalam Puisi By W.S. Rendra A. Teeuw Potret Pembangunan dalam Puisi None
  • Title: Potret Pembangunan dalam Puisi
  • Author: W.S. Rendra A. Teeuw
  • ISBN: 9794191094
  • Page: 109
  • Format: Paperback
  • Potret Pembangunan dalam Puisi By W.S. Rendra A. Teeuw None
    Potret Pembangunan dalam Puisi By W.S. Rendra A. Teeuw
    • [PDF] à Free Download ¸ Potret Pembangunan dalam Puisi : by W.S. Rendra A. Teeuw ✓
      109 W.S. Rendra A. Teeuw
    • thumbnail Title: [PDF] à Free Download ¸ Potret Pembangunan dalam Puisi : by W.S. Rendra A. Teeuw ✓
      Posted by:W.S. Rendra A. Teeuw
      Published :2020-05-04T21:23:26+00:00

    About "W.S. Rendra A. Teeuw"

    1. W.S. Rendra A. Teeuw

      Willibrordus Surendra Broto Rendra b November 7 1935 is a famous Indonesian poet who often called by his friends and fans as The Peacock.He established the Teater Workshop in Yogyakarta during 1967 but also the Teater Rendra Workshop in Depok.His photo here shown Rendra in his room at 1969.Theatres Orang orang di Tikungan Jalan 1954 SEKDA 1977 Mastodon dan Burung Kondor 1972 Hamlet Translated from Hamlet by William Shakespeare Macbeth Translated from Macbeth from William Shakespeare Oedipus Sang Raja Translated from Oedipus Rex by Sophokles Kasidah Barzanji Perang Troya Tidak Akan Meletus Translated from La Guerre de Troie n aura pas lieu by Jean Giraudoux Poems Jangan Takut Ibu Balada Orang Orang Tercinta Empat Kumpulan Sajak Rick dari Corona Potret Pembangunan Dalam Puisi Bersatulah Pelacur Pelacur Kota Jakarta Nyanyian Angsa Pesan Pencopet kepada Pacarnya Rendra Ballads and Blues Poem Perjuangan Suku Naga Blues untuk Bonnie Pamphleten van een Dichter State of Emergency Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api Mencari Bapak Rumpun Alang alang Surat Cinta Sajak Rajawali Sajak Seonggok JagungShort Stories Pacar Seorang Seniman

    601 Comments

    1. KIRA KIRA 20 tahun selepas WS Rendra menulis 26 puisi dalam kumpulan puisi Potret Pembangunan Dalam Puisi ini, Indonesia sampai kepada kemuncak kemusnahan ekonomi dan keberantakan politiknya Menakutkan, bukan Namun lebih menggigilkan lagi apabila kritik politik ekonomi sosial PES yang merakam latar Indonesia yang diluahkan dalam puisi berbentuk prosaik dan gaya khutbah itu, sebenarnya hampir hampir dapat kita saksikan sendiri di negara kita Soalnya, apakah kita mempunyai keuntungan seperti Indon [...]


    2. Rendra benar benar Metal Menirukan Candil Seriues Iseng cari link puisi Rendra di internet Dapat beberapa 1 Puisi Rendra di zip, 2 Puisi Rendra di GeocitiesTetep paling suka yang ini,Sajak Pertemuan Mahasiswamatahari terbit pagi inimencium bau kencing orok di kaki langitmelihat kali coklat menjalar ke lautandan mendengar dengung di dalam hutanlalu kini ia dua penggalah tingginyadan ia menjadi saksi kita berkumpul disinimemeriksa keadaankita bertanya kenapa maksud baik tidak selalu bergunakenapa [...]


    3. KESAKSIANSEORANG rakyat Indonesia menderita Bukan 100 juta orang Indonesia menderita Atau lebih banyak Mereka adalah rakyat sederhana yang melunasi haji dari tabungan dua puluh tahun tapi ditipu, yang mengayuh becak tiap saat dan tidur pula di atas becak itu tiap malam, yang merawat anak baik baik tapi suaminya main perempuan dan judi, yang lulus dari sekolah tinggi tapi masih tergantung orang tua, yang menjadi jompo di jalanan, yang tak punya kaki dan tiap hari menggantungkan hidup dari derma, [...]


    4. Kritik ekonomi yang tajam dan bahkan masih sangat revelan hingga saat ini 20 tahun setelah tulisan tulisan ini pertama kali terbit Puisinya tanpa rima, namun entah mengapa tetap terasa indah dan sedikit menggores, karena terasa benar benar nyata.Saya paling suka sajak Ibunda Maling punya ibu Pembunuh punya ibu.Demikian pula koruptor, tiran, fasis,wartawan amplop, dan anggota parlemen yang dibeli,mereka pun punya ibu.Macam manakah ibu mereka Apakah ibu mereka bukan merpati di langit jiwa Apakah i [...]


    5. Dalam buku keempatnya, puisi puisi Rendra semakin lugas dan terang Ia hajar kekuasaan Ia dobrak kemapanan Ia sindir kelakuan orang kaya Ia hina pemerintahan.Namun ia juga pandai mencumbu alam dan lingkungan.Sejauh 4 buku puisinya yang saya baca, buku inilah yang terbaik.






    Leave a Comment